BERITA TERBARU HONORER kemenkeu

RPP HONORER RAMPUNG DAN SUDAH DITERBITKAN PP NO 56 TH 2012

Posted on Updated on

NASIONAL – HUMANIORA

Jum’at, 01 Juni 2012 , 15:44:00

Foto: Arundono/dok.JPNN
JAKARTA – Kabar gembira bagi honorer tertinggal baik kategori satu (K1) dan kategori dua (K2). Presiden SBY telah menerbitkan PP Honorer Tertinggal bernomor 56 Tahun 2012. Itu berarti, honorer K1 sudah bisa diangkat CPNS tahun ini juga.”Alhamdulillah, RPP honorer tertinggal sudah diterbitkan yaitu PP 56 Tahun 2012. Dengan adanya payung hukum ini, honorer tertinggal sudah bisa diangkat CPNS,” kata Sekretaris Menpan & RB Tasdik Kinanto dalam jumpa pers di Kantor Kemenpan & RB, Jakarta,  Jumat (1/6). Baca entri selengkapnya »
Iklan

Audensi Komisi II DPR RI dengan Tenaga Honorer Kemenkeu (12 Januari 2010)

Posted on Updated on

Audensi Komisi II DPR RI dengan Tenaga Honorer Kemenkeu

Ahok.Org (12/01) – Komisi II DPR RI melakukan Audensi dengan perwakilan tenaga honorer Kementerian Keuangan di Ruang Rapat Komisi II DPR RI hari Rabu, 12 Januari 2010. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI  Drs. H. Taufiq Effendi.

Sampai saat ini jumlah total tenaga honorer Kemenkeu mencapai 5.000 orang. Perwakilan tenaga honorer tersebut menjelaskan bahwa data mereka sudah lengkap sesuai persyaratan dalam PP 48 Tahun 2005 jo. PP 43 Tahun 2007 dan sudah  ada  datanya dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun sampai saat ini belum diproses untuk menjadi PNS. Menurut mereka, Kemenkeu tidak mau mendengarkan keluhan dan aspirasi mereka. Bahkan sejak tahun 2008 mereka di PHK karena sejak tahun 2008 Kemenkeu tidak lagi mempekerjakan tenaga honorer. Namun tidak ada surat resmi PHK dari Kemenkeu. Hal ini bagi para tenaga honorer dirasakan tidak adil karena bukannya diangkat jadi PNS, malah di PHK. Salah satu wakil tenaga honorer bahkan sampai menagis di hadapan pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI saat menyampaikan pengaduannya. Taufiq Effendi yang juga mantan Menneg PAN merasa prihatin dengan keadaan yang dialami  para tenaga honorer tersebut. Taufiq Effendi berjanji bahwa Komisi II DPR RI akan berkoordinasi dengan Komisi XI untuk menyelesaikan masalah tersebut. Baca entri selengkapnya »