Kinerja Pemda Tak Ada yang Memuaskan dan Daftar Peringkatnya

NASIONAL – HUMANIORA

Rabu, 22 Februari 2012 , 07:36:00

JAKARTA – Tidak satu pun pemda yang akuntabilitas kinerjanya di 2011 memuaskan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), pemprov yang menduduki posisi terbaik hanya mendapat nilai B (baik) yakni Kaltim dan Jawa Tengah.

Tidak satupun provinsi yang mendapat nilai AA (memuaskan) dan A (sangat baik). Yang mendapat nilai CC ada 17 provinsi. Sedang provinsi yang mendapat nilai C (agak kurang) ada 11, dari 30 provinsi yang dievaluasi.

Deputi Bidang Pengawas dan Akuntabilitas Aparatur Kemenpan-RB, Herry Yana Sutisna di kantornya, Selasa (21/2), menjelaskan, penilaian dilakukan kemenpan-RB, dengan melibatkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Untuk tingkat kabupaten/kota, sama saja. Bahkan, yang mendapat B hanya satu yakni Kota Sukabumi, yang sekaligus menduduki peringkat pertama untuk level kabupaten/kota.

Ada 21 kabupaten/kota yang mendapat CC. Dengan demikian, kabupaten/kota sisanya mendapat nilai C (agak kurang) dan D (kurang).

Hanya saja, tidak semua data nama daerah diberikan ke wartawan sehingga tak bisa diketahui kabupaten/kota mana yang mendapat C dan D. Hanya disebutkan, 92 kabupaten/kota mendapat C, 65 mendapat nilai D.

“Untuk tingkat kabupaten/kota ini, terbaik adalah Kota Sukabumi, Jabar, dengan nilai B,” kata Herry Yana.

Untuk pemda yang mendapat nilai B, berhak memperoleh piala akuntabilitas kinerja 2011 yang diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, kemarin. Sedang yang mendapat nilai CC hanya mendapat piagam penghargaan.

“Dilihat dari kategori predikat nilai baik (kriteria CC ke atas), terjadi perkembangan yang menggembirakan. Dari 3,70 persen tahun 2009 menjadi 31,03 persen di 2010, dan 63,33 persen pada2011,” ujar Menpan-RB Azwar Abubakar.

Sedangkan perkembangan di lingkungan pemerintah kabupaten/ kota masih lambat. Yaitu dari 1,16 persen di 2009 menjadi 4,26 persen pada 2010, dan 12,78 persen di 2011. Walaupun ada kenaikan jumlah daerah yang mendapatkan nilai B, namun politisi PAN ini mengaku capaian tersebut belum menggembirakan. Sebab, secara persentase masih jauh dari target. Targetnya, pada 2014 sebanyak 80 persen daerah mendapat nilai B. (sam/jpnn)

DAFTAR HASIL LHE AKIP 2011PEMERINTAH PROVINSI
1    Kalimantan Timur    B
2    Jawa Tengah    B3    Kalimantan Barat    CC
4    Sumatera Selatan    CC
5    NTT    CC
6    DIY    CC
7    Riau    CC
8    DKI Jakarta    CC
9    Sulawesi Utara    CC
10    Kalimantan Selatan    CC
11    Sumatera Barat    CC
12    Jawa Barat    CC
13    NTB    CC
14    Kepula uan Riau    CC
15    Jawa Timur    CC
16    Maluku    CC
17    Sum atera Utara    CC
18    Bali    CC
19    Sulaw esi Tengah    CC20    Lampung    C
2 1    Bengkulu    C
22    Banten    C
23     Jambi    C
24    Sulawesi Selatan    C
25    Gorontalo    C
26     Kalimantan Tengah    C
27    Bangka Belitung    C
28    Nangroe Aceh Darrussalam    C
29    Sulawesi Barat    C
30    Papua    C

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

1    Kota Sukabumi    B
2    Kota Banjarbaru    CC
3    Kab. Batanghari    CC
4    Kota Bitung    CC
5    Kab. Garut    CC
6    Kab. Gunung Kidul    CC
7    Kab. Karimun    CC
8    Kab. Pacitan    CC
9    Kab. Pandeglang    CC
10    Kab. Sleman    CC
11    Kota Tegal    CC
12    Kab. Musi Banyuasin    CC
13    Kab. Bogor    CC
14    Kota Malang    CC
15    Kab. Bengkayang    CC
16    Kab. Boyolali    CC
17    Kab. Kerinci    CC
18    Kab. Pangkajene Kepulauan    CC
19    Kota Bekasi    CC
20    Kota Cilegon    CC
21    Kota Blitar    CC
22    Kab. Bima    CC

source: jpnn.com

hayo daerah teman teman peringkatnya berapa,………. ?????

3 pemikiran pada “Kinerja Pemda Tak Ada yang Memuaskan dan Daftar Peringkatnya

  1. kalau saya sih udah tahu jatim gak memuaskan, lha wong guru honorer n swasta yang dipecat banyak, juga pungli sekolah negeri juga wah segunung dech, dana BOS hanya untuk bos birokrat pendidikan dan sekolah, karenanya namanya Bantuan Operasional Sekolah bukan BO Siswa, ya udah buat bancak an alias dikorupsi pejabat n oknum sekolah, gak kaget katrok aku

  2. semakin banyak uang apbn n apbd dari pajak rakyat yang digunakan dalam pendidikan, minimal 20% dalam APBN/D, maka semakin banyak dikorupsi dan semakin mahal sekolah dan semakin bodoh masyarakatnya atau tidak berdaya, alias adanya garis linier alias berbanding lurus antara tingginya korupsi dengan tingginya kebodohan dan kemlaratan di masyarakat, apalagi jatim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s