Verifikasi Tahap Kedua,67 Ribu Honorer Setelah RPP Diteken

Posted on Updated on

Begitu RPP Honorer Tertinggal diteken presiden, akan dilakukan verifikasi dan validasi kedua. Namun tidak semua instansi yang akan diverifikasi dan validasi lagi

NASIONAL – HUMANIORA

Rabu, 09 November 2011 , 18:14:00

JAKARTA — Pemerintah tidak punya perencanaan yang matang terkait rencana pengangkatan tenaga honorer tercecer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Semula, seperti disampaikan berulang kali oleh pejabat terkait, pengangkatan tenaga honorer ini menunggu Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengangkatan honorer diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Nah, rupanya rencana itu diputer-puter lagi. Asisten Deputi Perencanaan SDM Aparatur Kemenpan-RB Nurhayati mengatakan, begitu RPP itu diteken menjadi PP, honorer tercecer kategori I tidak lantas diangkat jadi CPNS. Tapi, sebanyak 67.385 honorer yang merupakan hasil verifikasi dan validasi, masih harus ditelisik lagi.Pemerintah tidak percaya dengan jumlah honorer tertinggal sebanyak 67.385 itu, yang sebelumnya sudah dinyatakan memenuhi kriteria jadi CPNS

“Jujur saja, angka honorer tertinggal hasil verifikasi dan validasi itu (67.385) masih tinggi. Dan ini sangat tidak masuk akal. Masak honorer tercecer bisa sampai puluhan ribu,” kata Nurhayati yang dihubungi, Rabu (9/11).

Logikanya, menurut Nurhayati, honorer tertinggal di suatu instansi paling tidak hanya dua tiga orang saja. Tapi nyatanya, jumlah totalnya malah ratusan hingga ribuan. Contohnya Kementerian Agama yang mengoleksi honorer tertinggal sampai 10 ribu.

“Kan aneh, honorer sudah kita angkat sesuai data base, tetapi jumlah tertinggal tak kalah banyak. Ini ada apa? Saya menduga ini karena permainan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Agar pemerintah tidak salah mengambil tindakan hingga bisa merugikan negara, Nurhayati mengatakan, begitu RPP Honorer Tertinggal diteken presiden, akan dilakukan verifikasi dan validasi kedua. Namun tidak semua instansi yang akan diverifikasi dan validasi lagi, hanya yang punya honorer di atas 200 orang.

“Kenapa hanya instansi yang punya honorer di atas 200 orang saja diverifikasi dan validasi karena angkanya itu tidak masuk akal. Makanya harus dicek kebenarannya. Kalau yang di bawah 200 tidak diverifikasi dan validasi. Tetapi cukup lewat seleksi pemberkasan. Nanti ketahuan apakah benar atau tidak yang bersangkutan honorer tertinggal,” bebernya.

Dengan demikian, angka 67.385 honorer tidak akan semuanya diangkat CPNS. Karena kemungkinan besar akan banyak honorer yang teranulir akibat datanya tidak benar.

“Anda bisa hitung sendiri berapa duit negara yang akan habis untuk menggaji 67 ribuan honorer itu. Iya kalau mereka profesional sehingga bisa mendatangkan income bagi negara. Kalau yang digaji itu tidak punya kerjaan, kan negara yang rugi. Itu sebabnya, honorer tertinggal yang diangkat CPNS benar-benar tertinggal dan bukan honorer siluman,” pungkasnya. (esy/jpnn)

Iklan

12 thoughts on “Verifikasi Tahap Kedua,67 Ribu Honorer Setelah RPP Diteken

    Aircraft said:
    November 11, 2011 pukul 2:08 PM

    Hal-hal seperti ini bisa terjadi karena ulah oknum kepala kantor yang pada umumnya memang bermental korup.

    Andri said:
    November 12, 2011 pukul 6:49 PM

    iya kalau honorer nggak ada yang nyogok jadi nggak di prhatikan. coba penerimaan PNS lewat jalur umum 100 juta per kepala wah pasti dielukan-elukan. walau di kantor kantor hanya baca koran sama sarapan di warung pinggir jalan. hebat mana hayo ????? pasti pemerintah pilih yang 100 juta kan ??? emang pemerintah pinter banget ya. lulus matematika

    chaa chelsky said:
    November 18, 2011 pukul 9:06 PM

    dari pernyataan diatas,,jelas sekali apa yg di permasalahkan pemerintah yaitu:
    permasalahan anggaran,,bukan permasalahan data yg valid…klo memang mempermasalahkan anggaran knapa ketika pembahasan di DPR tidak di pertimbangkan baik-baik,,supaya tidak seperti ini prosesnya,,hasil dari data yg telah di verifikasi dan validasi oleh BKN ((lembaga pemerintah yang jelas-jelas resmi,di percaya dan ditunjuk oleh pemerintah menangani pendataan ini)) harusnya tidak di permasalahkan lagi oleh pihak manapun,karena telah di godok di DPR dan di verifikasi di BKN,,,akhirnya,yg di rugikan adalah tenaga honorer yg sudah sekian lama di janji-janji..dan terus di ulur-ulur….

    mansyur said:
    November 24, 2011 pukul 11:56 PM

    Jika lembaga negara yg dibentuk seperti BKN tidak dipercaya oleh pemerintah…menurut saya bubarkan saja BKN itu Mr. Presiden…ngurus yang sepele kayak gini saja nggak beres….. nggak ada guna Mr. Presiden???…..pantas saja salah ngejawab pertanyaan wartawan saat KTT Asean….ilmu anda dengan menteri anda kayaknya terbatas

    iono said:
    November 25, 2011 pukul 1:18 PM

    Bapak presiden perlu teken secepatnya dan angkat jadi PNS biar penderitaan para honorer bisa hidup lebih layak, insya ALLAH SWT akan memberikan berkah dan kemajuan bangsa ini lebih baik dan maju. karena semangat dan kinerja para honorer lebih tak kenal lelah. ALLOHUAKBAR

    wismamerahFKGK Kebumen said:
    November 27, 2011 pukul 8:06 PM

    Sejak tahun 2007 kami (honorer depag) usul agar nasib kami diperhatikan, ee..setelah nunggu sekian lama, dengan tanpa dosa pemerintah ngomong “honorer tertinggal depag tak masuk akal karena jmlnya terlalu banyak”. Makanya aspirasi rakyat didengarkan. jauh-jauh hari kami sudah impikan nama kami masuk di data base, kami hanya dijanji sabar-sabar…..jangan-jangan ada UUD, WANI PIRO ?

    alenx said:
    November 28, 2011 pukul 5:56 PM

    law mau ngangkat aja pake itung2an,
    kalau di korup di itung g?
    berapa uang negara yang hilang.
    ini merugikan, coba anda byangkan.
    ufts, jgn byang kan jika anda yg korup lho. Bs gawatz.
    xixixi.
    dasar pentil

    Agus said:
    Januari 9, 2012 pukul 4:48 PM

    kami menanggapi bu nur hayati pegawai KeMenpan, kalau orang menpan curiga dengan kami para guru honorer, maka kami balik bertanya lha yang dahulu – dahulu yang sudah diangkat itu siapa ? kami disini juga kepengen tahu, sebenarnya siapa yang mengangkat orang – orang terdahulu yang mengatasnamakan honorer, kan juga menpan. padahal mereka yang telah diangkat kebanyakan para anak pejabat yang wiyata bhakti mereka baru 2 atau 3 tahun saja. sedangkan kami yang benar – benar honorer diterlantarkan yang salah siapa ini. untuk itu kami mengetuk hati para pejabat yang ada diatas, mohon kami ini adalah benar – benar para honorer yang membutuhkan uluran keadilan para pembuat kebijakan. untuk itu segeralah turunkan pp lalu angkat kami yang memeng benar – benar honorer ini.

    Syafina said:
    Februari 8, 2012 pukul 10:02 PM

    Cerita aja kau

    umiyati said:
    Februari 19, 2012 pukul 12:59 PM

    Ibu asisten Nurhayati yg terhormat. Anda itu pernah ga sih jadi tenaga honorer? Kok sampe-sampe anda tega dan curiga sm honorer yg bener-bener honorer. Cobalah bercermin dulu kalo ngomong! Lihat….lihaaaaaat…..ratusan ribu nasib kamii terbengkalai. Punya banyak ide itu bagus, tapi……. terlalu idealis itu menyengsarakan nasib kami bu. Ingat! Jabatan hanya titipan bu.

    IIS said:
    Februari 26, 2012 pukul 9:41 PM

    IBU NURHAYATI YANG TERHORMAT,TERIMAKASIH ATAS PERNYATAANNYA YNG SANGAT BIJAK,MEMNG BETUL IBU JANGAN DULU PERCAYA SEBELUM IBU SIDAK LANGSUNG DAN BERTEMU LANGSUNG DENGN KAMI PARA HONORER YANG TELAH BELASAN TAHUN MENGABDIKAN DIRI DEMI KECERDASAN BANGSA INI,JANGAN SAMPAI SALAH VERIFIKASI,HONORER YANG SILUMAN,TIDAK PUNYA MASA KERJA,APA LAGI PROPESIONAL,DIANGKAT PNS,KAN ITU MERUGIKAN NEGARA BU……..KAMI TUNGGU SIDAKNYA SUPAYA IBU BISA BERTINDAK SESUAI DENGAN HATI NURANI IBU,DAN NGAMBIL KEBIJAKAN YANG BERMANFAAT BAGI ORANG BANYAK……… TERIMAKASIH

    candragita said:
    Juli 21, 2012 pukul 11:18 PM

    nasib honorer 2007 keatas bagaimana???????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s