FINAL PIALA DUNIA 2010 SOUTH AFRICA (BELANDA VS SPANYOL)

Akhirnya akan ada juara baru  di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan ini, mempertemukan dua wakil dari benua Eropa, yaitu Belanda versus Spanyol. Belanda melaju ke final setelah menekuk Uruguay 2-3. Sedangkan Spanyol menapakkan langkah ke Final Piala Dunia Afrika Selatan 2010 setelah menghentikan kegemilangan Jerman di semi final dengan skor 0-1.kalau tidak Belanda sebagi juaranya pasti Spayol yang akan menjadi jawara di kancah sepakbola 4 tahunan ini.Kedua tim ini berhasrat untuk menjuarai kejuaran li laga pamungkas Final Piala Dunia 2010 Afrika selatan ini karena kedua tim ini belum pernah mengangakat trophy Piala dunia sebelumnya.

Kejuaraan Piala Dunia FIFA

Tahun Tuan rumah Final Perebutan posisi ketiga
Juara Hasil Runner-up Posisi ketiga Hasil Posisi keempat
1930
Detil
Uruguay Flag of Uruguay.svg
Uruguay
4 – 2 Flag of Argentina (alternative).svg
Argentina
USA
AS
tidak ada(1) Naval Ensign of the Kingdom of Yugoslavia.svg
Yugoslavia
1934
Detil
Italia Flag of Italy (1861-1946).svg
Italia
2 – 1
Perp. waktu
Flag of the Czech Republic.svg
Cekoslowakia
Flag of the German Empire.svg
Jerman
3 – 2 Flag of Austria.svg
Austria
1938
Detil
Perancis Flag of Italy (1861-1946).svg
Italia
4 – 2 Flag of Hungary 1940.svg
Hongaria
Flag of Brazil (1889-1960).svg
Brasil
4 – 2 Flag of Sweden.svg
Swedia
1942 —- TIDAK DIADAKAN
1946 —- TIDAK DIADAKAN
1950
Detil
Brasil Flag of Uruguay.svg
Uruguay
2 – 1(2) Flag of Brazil (1889-1960).svg
Brasil
Flag of Sweden.svg
Swedia
tidak ada(2) Flag of the Spain Under Franco.png
Spanyol
1954
Detil
Swiss Flag of Germany.svg
Jerman Barat
3 – 2 Flag of Hungary 1949-1956.svg
Hongaria
Flag of Austria.svg
Austria
3 – 1 Flag of Uruguay.svg
Uruguay
1958
Detil
Swedia Flag of Brazil (1889-1960).svg
Brasil
5 – 2 Flag of Sweden.svg
Swedia
Flag of France.svg
Perancis
6 – 3 Flag of Germany.svg
Jerman Barat
1962
Detil
Chili Flag of Brazil.svg
Brasil
3 – 1 Flag of the Czech Republic.svg
Cekoslowakia
Flag of Chile.svg
Chili
1 – 0 Flag of SFR Yugoslavia.svg
Yugoslavia
1966
Detil
Inggris Flag of England.svg
Inggris
4 – 2
Perp. waktu
Flag of Germany.svg
Jerman Barat
Flag of Portugal.svg
Portugal
2 – 1 Flag of the Soviet Union.svg
Uni Soviet
1970
Detil
Meksiko Flag of Brazil (1968-1992).svg
Brasil
4 – 1 Flag of Italy.svg
Italia
Flag of Germany.svg
Jerman Barat
1 – 0 Flag of Uruguay.svg
Uruguay
1974
Detil
Jerman Barat Flag of Germany.svg
Jerman Barat
2 – 1 Flag of the Netherlands.svg
Belanda
Flag of Poland.svg
Polandia
2 – 1 Flag of Brazil.svg
Brasil
1978
Detil
Argentina Flag of Argentina.svg
Argentina
3 – 1
Perp. waktu
Flag of the Netherlands.svg
Belanda
Flag of Brazil (1968-1992).svg
Brasil
2 – 1 Flag of Italy.svg
Italia
1982
Detil
Spanyol Flag of Italy.svg
Italia
3 – 1 Flag of Germany.svg
Jerman Barat
Flag of Poland.svg
Polandia
3 – 2 Flag of France.svg
Perancis
1986
Detil
Meksiko Flag of Argentina.svg
Argentina
3 – 2 Flag of Germany.svg
Jerman Barat
Flag of France.svg
Perancis
4 – 2
Perp. waktu
Flag of Belgium.svg
Belgia
1990
Detil
Italia Flag of Germany.svg
Jerman Barat
1 – 0 Flag of Argentina.svg
Argentina
Flag of Italy.svg
Italia
2 – 1 Flag of England.svg
Inggris
1994
Detil
AS Flag of Brazil.svg
Brasil
0 – 0
Perp. waktu
Flag of Italy.svg
Italia
Flag of Sweden.svg
Swedia
4 – 0 Flag of Bulgaria.svg
Bulgaria
3 – 2 melalui adu penalti
1998
Detil
Perancis Flag of France.svg
Perancis
3 – 0 Flag of Brazil.svg
Brasil
Flag of Croatia.svg
Kroasia
2 – 1 Flag of the Netherlands.svg
Belanda
2002
Detil
Korea Selatan
& Jepang
Flag of Brazil.svg
Brasil
2 – 0 Flag of Germany.svg
Jerman
Flag of Turkey.svg
Turki
3 – 2 Flag of South Korea.svg
Korea Selatan
2006
Detil
Jerman Flag of Italy.svg
Italia
1 – 1
Perp. waktu
Flag of France.svg
Perancis
Flag of Germany.svg
Jerman
3 – 1 Flag of Portugal.svg
Portugal
5 – 3 melalui adu penalti
2010
Detil
Afrika Selatan
2014
Detil
Brasil

Sejauh ini baru 7 negara yang dapat menjuarai Piala Dunia dari pertama digelar  sampai dengan saat ini 2010 yang dilaksanankan di Benua Hitam ini.

  • BRAZIL
  • ITALIA
  • JERMAN
  • ARGENTINA
  • URUGUAY
  • PERANCIS
  • INGGRIS

Brazil masih memimpin rekor untuk menjuarai Piala Dunia Sebanyak 5 kali yaitu tahun 1958,1962,1970,1994 dan 2002, urutan kedua ditempati oleh Italia dengan 4 kali juara pada tahun 1934,1938,1982 dan 2006 kemudian disusul oleh Jerman menjuarai 3 kali pada tahun 1954,1974 dan tahun 1990,kemudian Uruguay dan Argentina masing masing menjuarai 2 kali, pada tahun 1978 dan 1986 juara Piala Dunia milik Argentina,Urugay memenangi Piala dunia pada tahun 1930 dan 1950,Inggris dan Perancis merasakan juara piala dunia baru 1 kali,pada tahun 1966 Inggis sebagai jawara,dan pada tahun 1998 adalah milik Perancis

RAJA TANPA MAHKOTA

Cape Town – Belanda maju ke final Piala Dunia untuk pertamakalinya sejak 1978 setelah mengalahkan Uruguay 3-2 pada semifinal di stadion Green Point, Cape Town, Rabu (7/07) dinihari WIB.

Dua gol dalam tiga menit pada babak kedua, dari Wesley Sneijder dan Arjen Robben, mengantar Belanda ke final sekaligus memupus harapan Uruguay.

Sebelumnya kapten veteran Belanda Giovanni van Bronckhorst memberi keunggulan pada timnya pada menit ke-18 dengan sebuah tendangan dari jarak 35 yard, sebelum Diego Forlan menyamakan kedudukan empat menit sebelum babak pertama berakhir.

Maxi Pereira menambah satu gol bagi Uruguay saat “injury time” tapi terlambat bagi Uruguay untuk bisa menyamakan kedudukan.

“Ini pertandingan yang berat, tapi semua itu sudah terlupakan sekarang dan kami ada di final,” kata Sneijder, saat Belanda akan memburu gelar pertama mereka di Piala Dunia.

“Hal yang paling penting sekarang adalah memenangi pertandingan. Kami begitu dekat. Tidak ada yang lebih besar lagi daripada Piala Dunia.”

Pelatih Belanda Bert van Marwijk semua orang di Belanda dapat berbangga dengan tim mereka.

“Mengagumkan kami berhasil melakukan ini sejak 32 tahun (sejak Belanda terakhir bermain di final). Ini luar biasa. Kami bisa sangat bangga bagi sebuah negara kecil.”

Sementara itu pelatih Uruguay Oscar Tabarez mengatakan, “Ini pertandingan semifinal yang berharga. Saya bangga pada para pemain saya, tapi kami menerima kekalahan melawan tim yang lebih baik dari kami. Kami sedih karena sebelumnya kami tidak sejauh ini.”

Terakhir kali Belanda maju ke final adalah 32 tahun lalu saat mereka akhirnya kalah 2-3 dari tuan rumah Argentina setelah perpanjangan waktu.

Pelatih Bert van Marwijk akan berupaya menghindari nasib yang sama pada final yang akan digelar Minggu (Senin dinihari WIB) saat Belanda mencoba merebut Piala Dunia untuk pertamakali dalam sejarah mereka.

Meskipun kalah, Uruguay sudah membuat bangga negaranya dengan pelatih Oscar Tabarez membawa mereka ke semifinal pertama mereka dalam 40 tahun terakhir ini.

Itu merupakan pencapaian besar bagi negara dengan populasi hanya 3,4 juta dan mereka kini harus mengesampingkan kekecewaan mereka untuk menghadapi pertandingan perebutan tempat ketiga yang akan digelar Sabtu (Minggu dinihari WIB).

Belanda memasuki pertandingan itu sebagai favorit setelah memenangi seluruh pertandingan mereka di Afrika Selatan, menambah kesuksesan delapan kemenangan dari delapan pertandingan kualifikasi.

Kedua tim terpaksa harus melakukan perubahan karena beberapa pemain dilarang bermain dan dalam kondisi udara dingin di stadion Green Point, justru Belanda yang bisa mengadaptasi permainan terbaik mereka.

Mereka mendapat peluang paling awal pada menit ketiga saat Robben menyambut sebuah umpan silang, yang ditinju penjaga gawang Fernando Muslera, lalu mengarah ke Dirk Kuyt di tepi kotak penalti tapi tendangan pemain Liverpool melambung.

Pasangan berbahaya itu menciptakan peluang lainnya saat melepaskan umpan silang yang disambut oleh pemain bintang Bayern Munich itu dengan sundulan kepala ke kiper.

Saat tekanan berlanjut, hanya soal waktu saja sebelum kebuntuan dipecahkan oleh Belanda dan ternyata seorang kapten yang sangat berpengalaman yang melakukannya.

Pemain berusia 35 tahun van Bronckhorst mengambil bola dari jarak sekitar 35 yard dan melepaskan tendangan keras yang menusuk ke sudut atas jaring gawang di luar jangkauan jari Muslera.

Harusnya kedudukan bisa menjadi 2-0 saat pertadingan berlangsung satu jam saat pemain Arsenal Robin Van Persie melakukan putaran luar biasa untuk menemukan Robben di tepi kotak penalti, namun Martin Caceres melakukan intervensi tepat pada waktunya.

Uruguay kesusahan menciptakan gol sebelum Forlan akhirnya melakukannya sendiri dengan tendangan kaki kiri yang melengkung melewati penjaga gawang Maarten Stekelenburg, yang seharusnya bisa berbuat lebih baik.

Belanda terlihat menaikkan tempo pada babak kedua namun justru Uruguay yang hampir saja meraih keunggulan saat umpan ke belakang Khalid Boulahrouz terlalu pendek dan Edinson Cavani mencoba menantang penjaga gawang.

Sapuan Stekelenburg membentur Cavani dan mengarah ke Alvaro Pereira, namun upayanya disundul ke luar lapangan oleh van Bronckhorst.

Kedua tim sama-sama menciptakan peluang tapi akhirnya Sneijder yang membuat kerusakan pada tim lawan dengan gol kelima dia pada turnamen itu.

Pemain bintang Inter Milan melepaskan tendangan datar kaki kanannya yang memantul untuk membawa timnya keunggulan pada menit ke-70.

Uruguay goyah dan Robben memanfaatkan longgarnya pengawalan dengan gol tiga menit kemudian dengan sundulan yang sangat bagus dari umpan silang Kuyt.

Uruguay mengeluarkan segenap kemampuannya di daerah Belanda saat waktu terus bergerak dan mendapat ganjaran atas usaha mereka itu dengan gol dari Pereira pada menit kedua saat “injury time” tapi tidak lama setelah itu pertandingan berakhir.  (Erabaru/ant/sum)

APAKAH BELANDA MAMPU MENJUARAI PIALA DUNIA KALI INI STELAH SEBELUMNYA 2 KALI MENEMBUS FINAL?KITA LIHAT SAJA NANTI

MISI EL-MATADOR TERCAPAI

Tempat di final Piala Dunia 2010 akhirnya telah diisi oleh Belanda dan Spanyol. Namun bursa taruhan lebih mengunggulkan tim Matador yang akan menjadi juara baru.

Penyerang Spanyol, David Villa, mengungkapkan, timnya datang ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dengan target masuk final. Kini target sudah tercapai, tetapi menurut Villa, Spanyol mau lebih.

Spanyol melaju ke final setelah mengalahkan Jerman 1-0, Rabu (7/7/2010). Gol tunggal Spanyol dicetak oleh bek Carles Puyol pada menit ke-73.

Ini merupakan pertama kalinya Spanyol masuk final Piala Dunia dan menurut Villa, Spanyol tak boleh membuang kesempatan menjadi juara.

“Kami punya tim yang pantas atas ini (final). Kami sangat gembira berada di final. Itu adalah misi kami. Namun, sekarang kami ingin menjadi juara,” tandasnya.

Di babak final, Spanyol akan bertemu Belanda. Sama seperti Spanyol, Belanda juga belum pernah menjuarai Piala Dunia. Namun, final kali ini adalah final ketiga mereka.

Sebelumnya, mereka masuk final Piala Dunia 1974 Jerman Barat dan final Piala Dunia 1978 Argentina. Dalam kedua kesempatan itu, mereka dikalahkan tuan rumah

KITA LIHAT SAJA NANTI PAPAKAH BANTENG-BANTENG SPANYOL MAMPU MENGOBRAK ABRIK TOTAL FOOTBALL THE ORANGE? KITA LIHAT SAJA NANTI.

REKOR PERTEMUAN KEDUA TIM

Bagi “The Flying Dutchmen”/ “De-Oranje” ataupun “El Matador”, memenangi partai final di Stadion Soccer City, Johannesburg, Minggu malam nanti, berarti untuk pertama kalinya menjadi juara event empat tahunan yang paling bergengsi di muka bumi ini.

Belanda hampir merih juara piala dunia pada tahun 1974 dan 1978 dimana tim orange berhasil masuk ke partai Final , akan tetapi , Kerja keras Johan Cruyff dan kawan-kawan yang mengusung sepak bola menyerang atau total football pada waktu itu tak cukup untuk menghabisi Jerman (1974) dan Argentina (1978).

Sementara itu, prestasi Spanyol tak terlalu mentereng. Jangankan ke final, ke semifinal pun belum pernah dicapai juara Eropa 2008 ini. Langkah terjauh “La Furia Roja” adalah hingga perempat final, yang terakhir dicapainya pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan/Jepang.

Kini, kedua tim sedang berada di ambang sejarah baru mereka. Siapa yang bakal menjadi pemenang? Gaya tiki-taka milik Spanyol, ataukah total football-nya Belanda?

Sebelum kedua tim terlibat dalam “pertempuran” sengit pada akhir pekan nanti, mari kita lihat dulu rekor pertemuan mereka. Berdasarkan catatan FIFA, dua negara yang pernah menjadi juara Eropa ini baru bertemu sebanyak delapan kali, di mana Belanda berada di pole position karena empat kali jadi pemenang, sedangkan Spanyol baru tiga kali (1 kali berakhir imbang).

Uniknya, mereka belum pernah bertemu di ajang Piala Dunia. Artinya, inilah kali pertama Matador bertemu dengan Oranje, yang sekaligus melahirkan juara baru di turnamen ini.

Data Pertemuan Spanyol Vs Belanda

Total pertemuan: 8 (Spanyol menang 3, Belanda menang 4, seri 1)

Pertemuan di kualifikasi zona Eropa: 2 (Spanyol menang 1, Belanda menang 1)
1984, Rotterdam, 16/11/1983: Belanda 2:1 (1:1) Spanyol di penyisihan grup
1984, Sevilla, 16/02/1983: Spanyol 1:0 (1:0) Belanda di penyisihan grup
Pertemuan di pertandingan persahabatan: 6 (Spanyol menang 2, Belanda menang 3, seri 1)
2001, Rotterdam, 27/03/2002: Belanda 1:0 (1:0) Spanyol
2000, Sevilla, 15/11/2000: Spanyol 1:2 (0:0) Belanda
1987, Barcelona, 21/01/1987: Spanyol 1:1 (0:1) Belanda
1980, Vigo, 23/01/1980: Spanyol 1:0 (0:0) Belanda
1973, Amsterdam, 02/05/1973: Belanda 3:2 (2:1) Spanyol
1957, Madrid, 30/01/1957: Spanyol 5:1 (1:0) Belanda

Perjalanan spanyol sampai partai Final

Spanyol VS Swiss: (0-1) Penyisihan Group
Spanyol VS Honduras: (2-0) Penyisihan Group
Chile VS Spanyol: (1-2) Penyisihan Group
Spanyol Vs Portugal (1-0) Babak 16 Besar piala dunia 2010
Spanyol Vs Paraguay (1-0) babak perempatfinal
Jerman Vs Spanyol (0-1) babak semifinal
Belanda Vs Spanyol Partai Final piala dunia 2010

Perjalanan Belanda sampai Partai Final

Belanda 2 – 0 Denmark Penyisihan Group
Belanda 1 – 0 Jepang Penyisihan Group
Kamerun 1 – 2 Belanda Penyisihan Group
Belanda 2 – 1 Slovakia Babak 16 Besar
Belanda 2 – 1 Brasil Babak Perempat Final
Uruguay 2 – 3 Belanda babak semifinal
Spanyol Vs Belanda

Prediksi skor pertandingan Belanda Vs spanyol Versi paul si gurita peramal pastinya ditunggu-tunggu karena menurut kabar prediksi yang dilakukan olah si gurita banyak mempengaruhi bursa taruhan piala dunia apalagi bursa taruhan Belanda vs Spanyol asian handicap

Prediksi Spanyol Vs Belanda Versi Asian Handicap adalah sebagai berikut
Bursa Taruhan Spanyol Vs Belanda, Prediksi skor, prediksi paul si  gurita peramal Belanda vs spanyol

Untuk Prediksi Skor pertandingan Belanda vs Spanyol dari beberapa sumber menyebutkan bawa Belanda akan unggul Tipis 2-1 Untuk menjadi Juara Piala Dunia 2010 ini, Bagimana prediksi anda sendiri mengenai partai Final piala dunia yang di jadwalkan pada hari senin dini hari nanti,

FAKTA MENARIK TENTANG BELANDA DAN MALUKU

kenapa Maluku identik dengan timnas Belanda? Jika saya menguraikan panjang lebar maka kita akan memulainya dari titik sejarah penjajahan Belanda yang beratus-ratus tahun di Indonesia. Istilah “Belanda Hitam” untuk orang Maluku yang dipecayai sebagai kasta kelas dua dalam tentara KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) adalah sebuah ikatan sejarah masa lalu. Sejarah kelam yang membuat banyak tentara KNIL Maluku yang menetap di Belanda dan menghasilkan keturunan warga Maluku yang cukup banyak di negeri Belanda. Sejarah juga yang membuat perdebatan pendirian Republik Maluku Selatan (RMS) yang tak kunjung selesai sampai sekarang. Harus diakui, sisa-sisa RMS masih ada dan eksis di negeri Belanda. Tapi disini, saya tidak mengaitkan hal itu, karena sepakbola adalah sepakbola, saya tidak mau mencampurinya dengan urusan politik dan sebagainya.

Keterlibatan orang Maluku sebenarnya sudah ada sejak Piala Dunia pertama tahun 1938. Saat itu kesebelasan Hindia-Belanda membawa nama Kerajaan Belanda, bukan Indonesia. Hal mana perlu saya luruskan, karena ada perdebatan mengenai keabsahan Indonesia pernah mengikuti Piala Dunia. Memang, sebagian besar pemainnya adalah warga Indonesia yang bukan pemain FIFA, tetapi mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda. FIFA tetap mengakui Hindia Belanda disertakan atas rekomendasi NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) bukan PSSI yang waktu itu kepanjangannya Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia.

Dari daftar pemain Hindia-Belanda di Piala Dunia 1938, terseliplah beberapa pemain Maluku seperti Hans Taihuttu, Frederik Hukom dan Tjaak Pattiwael. Ketiga pemain Maluku ini berbaur bersama pemain dari Jawa (Nawir dan Suvarte Soedermadji), Tionghoa (Tan Djien, Bing Mo Heng, Tan Se Han dan Tan Mo Heng) serta pemain asli Belanda seperti Beuzekom dan Henk Sommers. Jadi kalau anda melihat timnas Belanda multiras seperti sekarang ini, sebenarnya itu sudah terbentuk sejak awal.

Keterlibatan orang Maluku di timnas Belanda pada era modern tidak lepas dari sosok Simon Melkianus Tahamata. Selama bermain, pemain kelahiran Vught Belanda pada 1956 silam ini berposisi di sayap kiri. Simon merupakan putra asli Maluku. Dia sudah memperkuat timnas Belanda sebanyak 22 kali dan mencetak dua butir gol. Setelah gantung sepatu akhir 90-an, Simon sibuk menjadi pelatih di Ajax junior. Simon mengawali karier bersama Ajax pada musim 1976/77. Karena cedera, dia sempat absen selama dua musim dan kembali membela Klub Anak-anak Dewa itu di musim 1979/80, dan hingga akhir musim dia mampu mengemas 17 gol. Namun, setelah malang melintang di Divisi Utama Belanda, Simon kemudian hijrah ke kompetisi Belgia (Standar de Liege) musim 1982/83. 1984 dia kembali ke Belanda dan merumput bersama Feyenoord Roterdam.

Simon Melkianus Tahamata

Entah mengapa, Simon kembali ke kompetisi utama di negara tetangga Belanda itu dan membela panji-panji Beerschot dan Germinan Ekeren di Standart de Liege. Tapi seiring perjalanan waktu, merasa tak puas di kompetisi Belgia, Simon mencoba peruntungan di karpet Timur Tengah dan memilih berbaju klub Arab Saudi, Al-Ahli sebelum kembali ke negeri kelahirannya —Belanda— pada akhir 1987. Pulang dari Tanah Arab, Simon membela Feyenoord Roterdam dan mengakhiri karier di markas De Kuip pada 1996 silam. Semasa jayanya Simon ikut dipanggil membela timnas Belanda selama hampir delapan tahun, yakni dari 1979 hingga 1986. Ia pun masuk armada Belanda untuk penyisihan Piala Dunia 1982 Spanyol dan 1986 Meksiko.

Bryan Roy, eks Timnas Belanda di Piala Dunia 1994 dan 1998—-yang mengaku punya darah Maluku–menuturkan bahwa saat masih muda, dirinya pernah mendengar kalau Simon Tahamata, yang juga legenda Ajax, pernah ditolak pemerintah Indonesia di jaman Menteri Kehakiman, Ali Sadikin. Padahal, kata Roy, setelah mencermati sepak terjang dan prestasi tim nasional selama hampir 10 tahun terakhir, ide mendatangkan Simon Tahamata bukan sesuatu yang tabu. Karena Simon adalah satu-satunya pemain berdarah Maluku, yang peduli dengan pemerataan sepak bola di negara ketiga, seperti Indonesia. Sungguh amat sangat disayangkan!

TIDAK PERNAH HABIS

Jadi, kalau Indonesia masih bermimpi akan bermain di Piala Dunia, tidak dengan orang Maluku. Keikutsertaan timnas Belanda di setiap perhelatan internasional, selalu ada pemain keturunan Maluku yang disertakan. Ada sebuah kebanggaan bagi beberapa kerabat yang tinggal di Maluku, jika pemain yang masih mempunyai tali persaudaraan ikut bermain di even tertinggi seperti piala dunia. Beberapa marga Silooy yang banyak tinggal di daerah Latuhalat dan Amahusu tetap mempunyai cerita turun temurun untuk anak cucu mereka karena keikutsertaan Sony Silooy di piala dunia 1994.

Tapi tidak ada yang paling membanggakan selain marga Sapulette, dari desa Ulath, Pulau Saparua Maluku Tengah. Ya, Sapulette adalah marga asli ibu dari kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 sekarang, Giovanni van Bronckhoorst. Dari semua pemain keturunan Maluku, tidak ada yang bisa mencapai prestasi tertinggi dari Gio (nama panggilan). Ban Kapten tentunya sebuah kebanggaan dan tentunya bukan asal-asalan kepercayaan itu diberikan pelatih Bart van Marwijk. Pengalaman bermain bersama Feyenoord, Celtic, Arsenal dan ikut memberi andil merebut trofi Liga Champions bersama Barcelona adalah pencapaian luar biasa.

Piala Dunia 2010 di Afsel juga mempunyai catatan tersendiri di hati orang Maluku. Selain kapten timnas Belanda adalah pemain keturunan Maluku pertama, pada pertandingan Belanda melawan Denmark, empat pemain pemain keturunan Maluku bermain bersama yaitu Giovanni van Bronckhoorst, Johny Heitingga, Demy de Zeeuw dan Nigel de Joong. Belum lagi masih ada striker Robin van Persie, meskipun ia keturunan Jawa (neneknya).

Giovanni van Bronckhoorst
Johny Heitinga
Demy de Zeeuw
Nigel de Jong
Robbie Van Persie

Pemain keturunan Maluku tidak pernah habis. Mau bukti? Ini beberapa nama pemain keturunan Maluku yang siap-siap menggantikan era Giovanni dkk beberapa tahun mendatang.

Michael Timisela, Sven Taberima, Christian Supusepa, Robert Timisela (Ajax Amsterdam), Mathija Marunaya, Gaston Salasiwa (AZ Alkmaar), Ignacio Tuhuteru, (FC Groningen), Marciano Kastirejo, Max Lohy, Stefano Lilipaly (FC Utrecht), Domingus Lim-Duan, Nelljoe Latumahina, Juan Hatumena, Petu Toisuta (FC Zwolle), Djilmar Lawansuka (Feyenoord Rotterdam), Raphael Tuankotta (21, Volendam Yunior), Justin Tahaparry (21, FC Eindhoven), Estefan Pattinasarani (17 tahun, AZ Alkmaar), Tobias Waisapy (18, Feyenoord Yunior).

Michael Timisela
Sven Taberima
Christian Supusepa
Robert Timisela
Gaston Salasiwa
Ignacio Tuhuteru
Stefano Lilipaly
Dommingus Lim-Duan
Petu Toisuta
Estefan Pattinasarani
Justin Tahaparry

Selama ini saya hanya tahu kalau darah Maluku mengalir di timnas Belanda hanya pada Giovanni van Bronckhoorst  saja,tetapi sstelah mampis ke Kaskus.us saya baru tahu kalu gegitu bayak darah maluku yang ada di Belanda.Tidak salah saya fans KNVB ternya ada ikatan darah,….

SEMOGA BERMANFAAT

(Sumber: erabaru.net,kompas.com,fajar.co.id,sugeng .web.id)

specials thanks :kaskus.us,labeniamata32,Maluku, Timnas Belanda dan Piala Dunia

kenapa Maluku identik dengan timnas Belanda? Jika saya menguraikan panjang lebar maka kita akan memulainya dari titik sejarah penjajahan Belanda yang beratus-ratus tahun di Indonesia. Istilah “Belanda Hitam” untuk orang Maluku yang dipecayai sebagai kasta kelas dua dalam tentara KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) adalah sebuah ikatan sejarah masa lalu. Sejarah kelam yang membuat banyak tentara KNIL Maluku yang menetap di Belanda dan menghasilkan keturunan warga Maluku yang cukup banyak di negeri Belanda. Sejarah juga yang membuat perdebatan pendirian Republik Maluku Selatan (RMS) yang tak kunjung selesai sampai sekarang. Harus diakui, sisa-sisa RMS masih ada dan eksis di negeri Belanda. Tapi disini, saya tidak mengaitkan hal itu, karena sepakbola adalah sepakbola, saya tidak mau mencampurinya dengan urusan politik dan sebagainya.

Keterlibatan orang Maluku sebenarnya sudah ada sejak Piala Dunia pertama tahun 1938. Saat itu kesebelasan Hindia-Belanda membawa nama Kerajaan Belanda, bukan Indonesia. Hal mana perlu saya luruskan, karena ada perdebatan mengenai keabsahan Indonesia pernah mengikuti Piala Dunia. Memang, sebagian besar pemainnya adalah warga Indonesia yang bukan pemain FIFA, tetapi mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda. FIFA tetap mengakui Hindia Belanda disertakan atas rekomendasi NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) bukan PSSI yang waktu itu kepanjangannya Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia.

Dari daftar pemain Hindia-Belanda di Piala Dunia 1938, terseliplah beberapa pemain Maluku seperti Hans Taihuttu, Frederik Hukom dan Tjaak Pattiwael. Ketiga pemain Maluku ini berbaur bersama pemain dari Jawa (Nawir dan Suvarte Soedermadji), Tionghoa (Tan Djien, Bing Mo Heng, Tan Se Han dan Tan Mo Heng) serta pemain asli Belanda seperti Beuzekom dan Henk Sommers. Jadi kalau anda melihat timnas Belanda multiras seperti sekarang ini, sebenarnya itu sudah terbentuk sejak awal.

Keterlibatan orang Maluku di timnas Belanda pada era modern tidak lepas dari sosok Simon Melkianus Tahamata. Selama bermain, pemain kelahiran Vught Belanda pada 1956 silam ini berposisi di sayap kiri. Simon merupakan putra asli Maluku. Dia sudah memperkuat timnas Belanda sebanyak 22 kali dan mencetak dua butir gol. Setelah gantung sepatu akhir 90-an, Simon sibuk menjadi pelatih di Ajax junior. Simon mengawali karier bersama Ajax pada musim 1976/77. Karena cedera, dia sempat absen selama dua musim dan kembali membela Klub Anak-anak Dewa itu di musim 1979/80, dan hingga akhir musim dia mampu mengemas 17 gol. Namun, setelah malang melintang di Divisi Utama Belanda, Simon kemudian hijrah ke kompetisi Belgia (Standar de Liege) musim 1982/83. 1984 dia kembali ke Belanda dan merumput bersama Feyenoord Roterdam.

Spoiler for Simon Melkianus Tahamata:

Entah mengapa, Simon kembali ke kompetisi utama di negara tetangga Belanda itu dan membela panji-panji Beerschot dan Germinan Ekeren di Standart de Liege. Tapi seiring perjalanan waktu, merasa tak puas di kompetisi Belgia, Simon mencoba peruntungan di karpet Timur Tengah dan memilih berbaju klub Arab Saudi, Al-Ahli sebelum kembali ke negeri kelahirannya —Belanda— pada akhir 1987. Pulang dari Tanah Arab, Simon membela Feyenoord Roterdam dan mengakhiri karier di markas De Kuip pada 1996 silam. Semasa jayanya Simon ikut dipanggil membela timnas Belanda selama hampir delapan tahun, yakni dari 1979 hingga 1986. Ia pun masuk armada Belanda untuk penyisihan Piala Dunia 1982 Spanyol dan 1986 Meksiko.

Bryan Roy, eks Timnas Belanda di Piala Dunia 1994 dan 1998—-yang mengaku punya darah Maluku–menuturkan bahwa saat masih muda, dirinya pernah mendengar kalau Simon Tahamata, yang juga legenda Ajax, pernah ditolak pemerintah Indonesia di jaman Menteri Kehakiman, Ali Sadikin. Padahal, kata Roy, setelah mencermati sepak terjang dan prestasi tim nasional selama hampir 10 tahun terakhir, ide mendatangkan Simon Tahamata bukan sesuatu yang tabu. Karena Simon adalah satu-satunya pemain berdarah Maluku, yang peduli dengan pemerataan sepak bola di negara ketiga, seperti Indonesia. Sungguh amat disayangkan!

Tidak Pernah Habis!

Jadi, kalau Indonesia masih bermimpi akan bermain di Piala Dunia, tidak dengan orang Maluku. Keikutsertaan timnas Belanda di setiap perhelatan internasional, selalu ada pemain keturunan Maluku yang disertakan. Ada sebuah kebanggaan bagi beberapa kerabat yang tinggal di Maluku, jika pemain yang masih mempunyai tali persaudaraan ikut bermain di even tertinggi seperti piala dunia. Beberapa marga Silooy yang banyak tinggal di daerah Latuhalat dan Amahusu tetap mempunyai cerita turun temurun untuk anak cucu mereka karena keikutsertaan Sony Silooy di piala dunia 1994.

Tapi tidak ada yang paling membanggakan selain marga Sapulette, dari desa Ulath, Pulau Saparua Maluku Tengah. Ya, Sapulette adalah marga asli ibu dari kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 sekarang, Giovanni van Bronckhoorst. Dari semua pemain keturunan Maluku, tidak ada yang bisa mencapai prestasi tertinggi dari Gio (nama panggilan). Ban Kapten tentunya sebuah kebanggaan dan tentunya bukan asal-asalan kepercayaan itu diberikan pelatih Bart van Marwijk. Pengalaman bermain bersama Feyenoord, Celtic, Arsenal dan ikut memberi andil merebut trofi Liga Champions bersama Barcelona adalah pencapaian luar biasa.

Piala Dunia 2010 di Afsel juga mempunyai catatan tersendiri di hati orang Maluku. Selain kapten timnas Belanda adalah pemain keturunan Maluku pertama, pada pertandingan Belanda melawan Denmark, empat pemain pemain keturunan Maluku bermain bersama yaitu Giovanni van Bronckhoorst, Johny Heitingga, Demy de Zeeuw dan Nigel de Joong. Belum lagi masih ada striker Robin van Persie, meskipun ia keturunan Jawa (neneknya).

Spoiler for Gio van Bronckhoorst:
Spoiler for Johny Heitinga:
Spoiler for Demy de Zeeuw:
Spoiler for Nigel de Jong:
Spoiler for van Persie:

Saya berani mengatakan pemain keturunan Maluku tidak pernah habis. Mau bukti? Ini beberapa nama pemain keturunan Maluku yang siap-siap menggantikan era Giovanni dkk beberapa tahun mendatang.

Michael Timisela, Sven Taberima, Christian Supusepa, Robert Timisela (Ajax Amsterdam), Mathija Marunaya, Gaston Salasiwa (AZ Alkmaar), Ignacio Tuhuteru, (FC Groningen), Marciano Kastirejo, Max Lohy, Stefano Lilipaly (FC Utrecht), Domingus Lim-Duan, Nelljoe Latumahina, Juan Hatumena, Petu Toisuta (FC Zwolle), Djilmar Lawansuka (Feyenoord Rotterdam), Raphael Tuankotta (21, Volendam Yunior), Justin Tahaparry (21, FC Eindhoven), Estefan Pattinasarani (17 tahun, AZ Alkmaar), Tobias Waisapy (18, Feyenoord Yunior).

Spoiler for Michael Timisela:
Spoiler for Sven Taberima:
Spoiler for Christian Supusepa:
Spoiler for Robert Timisela:
Spoiler for Gaston Salasiwa:
Spoiler for Ignacio Tuhuteru:
Spoiler for Stefano Lilipaly:
Spoiler for Dommingus Lim-Duan:
Spoiler for Petu Toisuta:
Spoiler for Djilmar Lawansuka:
ada yg bisa bantu fotonya?
Spoiler for Estefan Pattinasarani:
Spoiler for Justin Tahaparry:

Jadi, kalau orang Maluku identik dengan timnas Belanda, bukan sebuah keterpaksaan, bukan sekedar ngefans, tetapi sejarah dan hubungan persaudaraan yang masih terjalin sampai sekarang.

Satu pemikiran pada “FINAL PIALA DUNIA 2010 SOUTH AFRICA (BELANDA VS SPANYOL)

  1. saya bangga sebgai orang maluku,oleh karna itu kita dukung secra penuh saudra kita yg bergabung dalam timnas belanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s