PIALA DUNIA PERANCIS 1938 (ROAD TO WORLDCUP 2010 SOUTH AFRICA)

Piala Dunia FIFA 1938 adalah Piala Dunia FIFA ke-tiga, yang diselenggarkan di Perancis, dari 4 Juni hingga 19 Juni 1938. Italia menjadi juara untuk ke-dua kalinya secara berturut, setelah mengalahkan Hongaria pada pertandingan final dengan skor 4 – 2. Pencetak gol terbanyak adalah pemain Brasil, Leônidas dengan 8 gol.

Pada Piala Dunia ini, untuk pertama kalinya juara bertahan, Italia lolos ke Piala Dunia secara langsung tanpa kualifikasi bersama Perancis yang merupakan tuan rumah. 37 negara berpartisipasi dalam kualifikasi. Setelah kualifikasi 16 tim lolos ke putaran final Piala Dunia. Austria tidak mengikuti Piala Dunia ini karena Anschluss pada Maret 1938, sehingga tim yang berpartisipasi menjadi 15, dan Swedia langsung melaju ke babak perempat final secara otomatis. Sementara itu, Indonesia yang saat itu dikenal sebagai “Hindia-Belanda” dan mewakili Federasi Sepak Bola Hindia-Belanda, melaksanakan debutnya di Piala Dunia pada edisi ini akibat pengunduran diri Jepang dalam kualifikasi. Dengan itu, Indonesia menjadi negara Asia pertama yang ikut Piala Dunia. Pada putaran final, Indonesia sudah takluk pada babak pertama dari Hongaria yang kemudian menjadi runner-up, dengan skor 6 – 0.

(id.wikipedia.org)

Tim nasional sepakbola Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahunn 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hungaria yang mana pertandingannya diselenggarakan di Stadion Velodrome Municipale, Reims dengan wasit asal Prancis Roger Conrie, pada  tanggal 5 Juni 1938, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan bagi tim sepak bola Indonesia di turnamen Piala Dunia.

Berikut daftar pemain Dutch East Indies/Indonesia yang bertanding di Piala Dunia tahun 1938 Prancis.

Pemain Utama

Mo Heng TAN (GK), Achmad NAWIR, Hong Djien TAN, Frans MEENG, Tjaak PATTIWAEL, Hans TAIHUTTU, Suvarte SOEDARMADJI, Anwar SUTAN, Henk SOMMERS, Frans HUKON, Jack SAMUELS

Cadangan

J. HARTING (GK), Mo Heng BING, DORST, TEILHERBER, G. FAULHABER, R. TELWE, See Han TAN, G. VAN DEN BURGH

Pelatih : Johannes VAN MASTENBROEK (NED)

(andukot.wordpress.com)

ini dia timnas INDONESIA

Sepuluh Fakta Piala Dunia 1938:

  1. Tahun 1938 merupakan pertama kalinya Indonesia mengikuti Piala Dunia. Keikutsertaan itu menjadi yang pertama dan terakhir bagi Indonesia hingga sekarang. Saat itu Indonesia masih menggunakan nama Hindia Belanda, dan hanya sekali bertanding setelah dikalahkan Hungaria 6-0 di babak penyisihan.
  2. Piala Dunia 1938 menjadi yang terakhir diselenggarakan empat tahun berturut-turut seperti dua Piala Dunia sebelumnya. Perang Dunia II menyebabkan Piala Dunia harus absen selama 12 tahun.
  3. Untuk pertama kalinya Piala Dunia menerapkan sistem tuan rumah dan juara sebelumnya berhak lolos secara otomatis. Sistem ini tetap dipertahankan hingga penyelenggaraan Piala Dunia sekarang. Prancis bertindak sebagai tuan rumah, dan Italia sebagai juara bertahan.
  4. Brasil menjadi satu-satunya negara Amerika Latin yang mengikuti Piala Dunia 1938. Dua negara lainnya, Uruguay dan Argentina memilih memboikot turnamen ini, sebagai protes tidak dipilihnya Amerika Latin sebagai tuan rumah. Berdasarkan kesepakatan sebelumnya, penyelenggaraan Piala Dunia dilakukan secara bergantian. Namun FIFA mempertimbangkan alasan geografis, dan jarak waktu tempuh yang terlalu lama mengingat saat itu banyak negara Eropa yang menjadi anggota mereka.
  5. Dua negara mengundurkan diri dari Piala Dunia 1938 dengan alasan perang dan politik. Spanyol mundur akibat adanya perang saudara di negara mereka, sedangkan Austria terkait situasi politik Anschluss terkait invasi Jerman. FIFA tidak memberikan jatah kepada Latvia untuk menggantikan Austria, sehingga peserta hanya berjumlah 15 tim.
  6. Demi mewujudkan ambisi menjadi tuan rumah, Jerman menggunakan sebagian besar pemain Austria yang mundur dari Piala Dunia 1938. Saat itu Austria dikenal memiliki materi pemain bagus, dan pantas menjadi unggulan. Kendati demikian, Jerman gagal lolos dari babak penyisihan.
  7. Politik sangat mempengaruhi penyelenggaraan Piala Dunia, sehingga terjadi beberapa skandal. Italia menyingkirkan Prancis di perempat-final setelah melancarkan isu perbedaan ras. Begitu juga ketika Italia mengalahkan Hongaria di final. Pemain Hongaria mengutamakan belas kasihan kepada Italia, yang merasa tertekan atas ancaman Benito Mussolini. Pemain Italia diancam hukuman mati bila gagal menjadi juara. Kiper Hongaria Antal Szabó mengatakan, “Tidak apa-apa gawang saya kebobolan empat gol, tapi setidaknya saya menyelamatkan nyawa mereka [pemain Italia]”.
  8. Striker Polandia Ernst Willimowski menjadi pemain pertama yang mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan. Keempat gol itu dilesakkan ketika dikalahkan Brasil 6-5 melalui perpanjangan waktu. Selain sebagai pesepakbola, Willimowski juga seorang atlet hoki es di negaranya.
  9. Striker Brasil Leonidas merupakan pemain paling menonjol di Piala Dunia ini. Dengan skill yang mumpuni, ia menjadi pemain pertama yang memperkenalkan tendangan salto saat mencetak gol ke gawang lawan. Gaya bermain Leonidas sampai sekarang masih menjadi contoh bagi pesepakbola Brasil. Leonidas juga yang memperkenalkan gaya samba dalam permainan sepakbola Brasil. Leonidas dipercaya bisa mencetak lebih dari delapan gol di Piala Dunia ini, bila saja pelatih Brasil tidak mengambil keputusan kontroversial mengistirahatkannya saat melawan Italia di semi-final.
  10. Italia merupakan pemegang trophy Piala Dunia terlama. Setelah menjuarainya tahun 1934 dan 1938, total Italia menguasai trophy Piala Dunia selama 16 tahun. Ini disebabkan Piala Dunia absen selama 12 tahun akibat Perang Dunia II. Demi mengamankan trophy Piala Dunia itu, wakil presiden FIFA yang berasal dari Italia Ottorino Barassi terpaksa harus menyembunyikan trophy di dalam sepatu agar tidak ikut dijarah pasukan.

<!–

Juara:

Italia
Runner-Up: Hongaria
  Top Scoring Team:

–>

Skor Tertinggi:

Brasil vs. Polandia 6 – 5 (16 Besar)
Total Gol:

84
Rata-Rata Gol: 4.67
Topskor:

8 Gol:

Leonidas, Brasil

Pencetak Gol Terbanyak Satu Pertandingan: Ernest Wilimowski, Polandia – 4 Gol

Penonton Terbanyak:

59.000 (Italia – Prancis, Perempat-Final)
Total Penonton:

376.000
Rata-Rata Penonton: 20.888
Penampilan Perdana: Norwegia, Polandia, Kuba, Hindia Belanda / Indonesia
Nama-Nama Stadion: Parc Des Princes Stade de la Meinau
Stade Olympique de Colombes Stade de la Cavee Verte
Stade Chapou Stade Velodrome Municipal
Velodrome Stade Victor Boucquey
Stade du Fort Carre Parc Lescure
16 Besar
Swiss Jerman 1-1 A.E.T (Jun 04, Parc Des Princes)
Brasil Polandia 6-5 A.E.T (Jun 05, Stade de la Meinau)
Prancis Belgia 3-1 (Jun 05, Stade Olympique de Colombes)
Republik Ceko Belanda 3-0 A.E.T (Jun 05, Stade de la Cavee Verte)
Kuba Rumania 3-3 A.E.T (Jun 05, Stade Chapou)
Hongaria Hindia Belanda / Indonesia 6-0 (Jun 05, Stade Velodrome Municipal)
Austria Swedia * w/o (Jun 05, Stade Gerland)
Italia Norwegia 2-1 A.E.T (Jun 05, Velodrome)
Kuba Rumania 2-1 (Jun 09, Stade Chapou)
Swiss Jerman 4-2 (Jun 09, Parc Des Princes)
Perempat-Final
Hongaria Swiss 2-0 (Jun 12, Stade Victor Boucquey)
Brasil Republik Ceko 1-1 A.E.T (Jun 12, Stade Chapou)
Italia Prancis 3-1 (Jun 12, Stade Olympique de Colombes)
Swedia Kuba 8-0 (Jun 12, Stade du Fort Carre)
Brasil Republik Ceko 2-1 (Jun 14, Stade Chapou)
Semi-Final
Hongaria Swedia 5-1 (Jun 16, Parc Des Princes)
Italia Brasil 2-1 (Jun 16, Velodrome)
Peringkat Ketiga
Brasil Swedia 4-2 (Jun 19, Parc Lescure)
Final
Italia Hongaria 4-2 (Jun 19, Stade Olympique de Colombes)

(goal.com)

Tempat Penyelenggaraan

11 stadion di 10 kota menjadi tempat penyelenggaraan turnamen ini.

Kota Stadion Kapasitas
Antibes Stadion Fort Carré 7.000
Bordeaux Parc Lescure 35.000
Le Havre Stadion Cavee Verte 16.400
Lille Stadion Victor Boucquey 15.000
Marseille Stadion Vélodrome 60.000
Paris Stadion Parc des Princes 49.500
Stadion Olimpiade Paris 60.000
Reims Stadion Velodrome Municipale 10.000
Strasbourg Stadion Meinau 29.000
Toulouse Stadion Chapou 22.000
Lyon 1 Stadion Gerland 1 41.044

puluh Fakta Piala Dunia 1938:

  1. Tahun 1938 merupakan pertama kalinya Indonesia mengikuti Piala Dunia. Keikutsertaan itu menjadi yang pertama dan terakhir bagi Indonesia hingga sekarang. Saat itu Indonesia masih menggunakan nama Hindia Belanda, dan hanya sekali bertanding setelah dikalahkan Hungaria 6-0 di babak penyisihan.
  2. Piala Dunia 1938 menjadi yang terakhir diselenggarakan empat tahun berturut-turut seperti dua Piala Dunia sebelumnya. Perang Dunia II menyebabkan Piala Dunia harus absen selama 12 tahun.
  3. Untuk pertama kalinya Piala Dunia menerapkan sistem tuan rumah dan juara sebelumnya berhak lolos secara otomatis. Sistem ini tetap dipertahankan hingga penyelenggaraan Piala Dunia sekarang. Prancis bertindak sebagai tuan rumah, dan Italia sebagai juara bertahan.
  4. Brasil menjadi satu-satunya negara Amerika Latin yang mengikuti Piala Dunia 1938. Dua negara lainnya, Uruguay dan Argentina memilih memboikot turnamen ini, sebagai protes tidak dipilihnya Amerika Latin sebagai tuan rumah. Berdasarkan kesepakatan sebelumnya, penyelenggaraan Piala Dunia dilakukan secara bergantian. Namun FIFA mempertimbangkan alasan geografis, dan jarak waktu tempuh yang terlalu lama mengingat saat itu banyak negara Eropa yang menjadi anggota mereka.
  5. Dua negara mengundurkan diri dari Piala Dunia 1938 dengan alasan perang dan politik. Spanyol mundur akibat adanya perang saudara di negara mereka, sedangkan Austria terkait situasi politik Anschluss terkait invasi Jerman. FIFA tidak memberikan jatah kepada Latvia untuk menggantikan Austria, sehingga peserta hanya berjumlah 15 tim.
  6. Demi mewujudkan ambisi menjadi tuan rumah, Jerman menggunakan sebagian besar pemain Austria yang mundur dari Piala Dunia 1938. Saat itu Austria dikenal memiliki materi pemain bagus, dan pantas menjadi unggulan. Kendati demikian, Jerman gagal lolos dari babak penyisihan.
  7. Politik sangat mempengaruhi penyelenggaraan Piala Dunia, sehingga terjadi beberapa skandal. Italia menyingkirkan Prancis di perempat-final setelah melancarkan isu perbedaan ras. Begitu juga ketika Italia mengalahkan Hongaria di final. Pemain Hongaria mengutamakan belas kasihan kepada Italia, yang merasa tertekan atas ancaman Benito Mussolini. Pemain Italia diancam hukuman mati bila gagal menjadi juara. Kiper Hongaria Antal Szabó mengatakan, “Tidak apa-apa gawang saya kebobolan empat gol, tapi setidaknya saya menyelamatkan nyawa mereka [pemain Italia]”.
  8. Striker Polandia Ernst Willimowski menjadi pemain pertama yang mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan. Keempat gol itu dilesakkan ketika dikalahkan Brasil 6-5 melalui perpanjangan waktu. Selain sebagai pesepakbola, Willimowski juga seorang atlet hoki es di negaranya.
  9. Striker Brasil Leonidas merupakan pemain paling menonjol di Piala Dunia ini. Dengan skill yang mumpuni, ia menjadi pemain pertama yang memperkenalkan tendangan salto saat mencetak gol ke gawang lawan. Gaya bermain Leonidas sampai sekarang masih menjadi contoh bagi pesepakbola Brasil. Leonidas juga yang memperkenalkan gaya samba dalam permainan sepakbola Brasil. Leonidas dipercaya bisa mencetak lebih dari delapan gol di Piala Dunia ini, bila saja pelatih Brasil tidak mengambil keputusan kontroversial mengistirahatkannya saat melawan Italia di semi-final.
  10. Italia merupakan pemegang trophy Piala Dunia terlama. Setelah menjuarainya tahun 1934 dan 1938, total Italia menguasai trophy Piala Dunia selama 16 tahun. Ini disebabkan Piala Dunia absen selama 12 tahun akibat Perang Dunia II. Demi mengamankan trophy Piala Dunia itu, wakil presiden FIFA yang berasal dari Italia Ottorino Barassi terpaksa harus menyembunyikan trophy di dalam sepatu agar tidak ikut dijarah pasukan.

<!–

Juara:

Italia
Runner-Up: Hongaria
  Top Scoring Team:

–>

Skor Tertinggi:

Brasil vs. Polandia 6 – 5 (16 Besar)
Total Gol:

84
Rata-Rata Gol: 4.67
Topskor:

8 Gol:

Leonidas, Brasil

Pencetak Gol Terbanyak Satu Pertandingan: Ernest Wilimowski, Polandia – 4 Gol

Penonton Terbanyak:

59.000 (Italia – Prancis, Perempat-Final)
Total Penonton:

376.000
Rata-Rata Penonton: 20.888
Penampilan Perdana: Norwegia, Polandia, Kuba, Hindia Belanda / Indonesia
Nama-Nama Stadion: Parc Des Princes Stade de la Meinau
Stade Olympique de Colombes Stade de la Cavee Verte
Stade Chapou Stade Velodrome Municipal
Velodrome Stade Victor Boucquey
Stade du Fort Carre Parc Lescure
16 Besar
Swiss Jerman 1-1 A.E.T (Jun 04, Parc Des Princes)
Brasil Polandia 6-5 A.E.T (Jun 05, Stade de la Meinau)
Prancis Belgia 3-1 (Jun 05, Stade Olympique de Colombes)
Republik Ceko Belanda 3-0 A.E.T (Jun 05, Stade de la Cavee Verte)
Kuba Rumania 3-3 A.E.T (Jun 05, Stade Chapou)
Hongaria Hindia Belanda / Indonesia 6-0 (Jun 05, Stade Velodrome Municipal)
Austria Swedia * w/o (Jun 05, Stade Gerland)
Italia Norwegia 2-1 A.E.T (Jun 05, Velodrome)
Kuba Rumania 2-1 (Jun 09, Stade Chapou)
Swiss Jerman 4-2 (Jun 09, Parc Des Princes)
Perempat-Final
Hongaria Swiss 2-0 (Jun 12, Stade Victor Boucquey)
Brasil Republik Ceko 1-1 A.E.T (Jun 12, Stade Chapou)
Italia Prancis 3-1 (Jun 12, Stade Olympique de Colombes)
Swedia Kuba 8-0 (Jun 12, Stade du Fort Carre)
Brasil Republik Ceko 2-1 (Jun 14, Stade Chapou)
Semi-Final
Hongaria Swedia 5-1 (Jun 16, Parc Des Princes)
Italia Brasil 2-1 (Jun 16, Velodrome)
Peringkat Ketiga
Brasil Swedia 4-2 (Jun 19, Parc Lescure)
Final
Italia Hongaria 4-2 (Jun 19, Stade Olympique de Colombes)

Satu pemikiran pada “PIALA DUNIA PERANCIS 1938 (ROAD TO WORLDCUP 2010 SOUTH AFRICA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s